Ruang kelas kita kali ini adalah Google Meet. Topiknya adalah Bijak Digitalisasi di Pesantren/Sekolah. Sabtu pagi, 23 Maret 2024, Dr. Edi Sutarto, M.Pd, Direktur AQL Islamic School, membuka ruang berbagi dan dialog untuk para asatidz-asatidzah dari berbagai pondok pesantren (boarding school) yang terhimpun di Group WhatsApp besutan DEA Nusantara: “Sharing and Problem Solving Kepengasuhan”. Ruang berbagi ini adalah jawaban atas sejumlah kegalauan—yang kalau tidak segera diselesaikan dapat menjadi kegelisahan—sebagian anggota group perihal penggunaan gadget dan internet di pesantren. Padahal, hari ini, kita sudah tidak bisa lagi menutup diri atas sebuah keniscayaan zaman. Murid-murid di sekolah atau pondok pesantren adalah generasi Z yang sejak lahir dan tumbuh di lingkungan yang sublim dalam aktivitas dan derasnya informasi digital. Jadi, memisahkan Gen-Z dengan dunia digital sama seperti kita berupaya memisahkan ikan dari air.